Visa Studi S1 Jerman

Posted by Zia , Thursday, July 5, 2012

Pertama-tama, saya tulis ini tanggal 5 Juli 2012, jadi mungkin link yang saya tulis udah nggak berlaku lagi.

Menurut saya, pemberitahuan di website kedutaan Jerman itu udah lengkap kok. Dibaca teliti aja, dan saya mereferensikan blog ini karena dari situ referensi saya.

Formulir
Saya pakai yang formulir yang ini karena bisa diisi lewat komputer, jadi lebih rapi.

Formulir Kedutaan Jerman
Dapetnya pas interview. Nggak usah panik nggak nemu di dunia maya hehe.

Foto
Ketentuan foto ada di sini, kalo mau lebih jelas gambarnya, bisa liat di sini yang berbahasa Inggris atau di sini yang berbahasa Jerman (lebih detail). Jangan senyum, gigi jangan keliatan.

Bukti Pendaftaran atau Tanda Penerimaan
Cukup jelas. Kalo belom ada hard copy, katanya soft copy juga boleh. Saya dulu udah diterima di universitas, bukan sekolah bahasa Jerman atau Studienkolleg. Harus udah jelas tempatnya kalo nggak mau berbeli-belit.

Bukti Keuangan
Di blog referensi saya di atas udah disebut secara detail gimana caranya. Saya juga dulu pernah kirim email ke bagian blocked account dan dibales dalem waktu dua jam. Tapi ternyata setelah saya tanya, karena saya dapet beasiswa dan financial aid package (yang isinya biaya sekolah, asrama dan konsumsi) saya nggak perlu bikin blocked account. Ini kontak Deutsche Bank yang bisa dihubungi.

Sertifikat Bahasa Jerman
Cukup jelas. Program saya memakai bahasa Inggris, jadi saya memakai TOEFL bukannya sertifikat bahasa Jerman. Nggak usah dilegalisir.

Fotokopi Ijazah/STTB (dilegalisir)
Saya dulu email penerjemah tersumpah satu-satu dan cari yang paling murah (hehe). Saya memakai jasa Louis Liem and Partner karena udah tersumpah dan per halaman jadi 100 ribu. Saya ke tempatnya hari Selasa tanggal 26 Juni, dan dibilang karena penuh paling cepet paling tanggal 12 Juli. Oh NO. Dengan tampang memelas dan nada lemah saya bilang kalo minggu depannya saya udah mesti jadi. Terus saya bilang itu buat visa. Jeng jeng, katanya tanggal 30 Juni bisa jadi. Eh ternyata, hari Rabu saya di sms udah jadi katanya. Oke deh. Saya dapet 2 rangkap terjemahan.

Fotokopi SKHUN rata-rata minimal 6.0 (dilegalisir)
Ini yang bikin saya ketar-ketir karena keluarnya lama bangeeeetttt. Tapi alhamdulillah setelah diburu sempet juga.

Fotokopi rapor SMA kelas XII (dilegalisir)
Sekolah saya ada kelas internasionalnya, jadi saya ke TU inter minta ditranslate, terus dilegalisir deh. Nggak usah ngasih yang bahasa Indonesia-nya. TAPI kalo misalkan sekolah kamu nggak nyediain jasa translate gratis, sertain dokumen bahasa Indonesia-nya.

What To Do Next?
Bikin perjanjian interview. Pilih yang Residence Pemit. Kalo tinggal di daerah Jabotabek, usahain pagi-pagi, karena bisa selesai lebih cepet, dan kalo ada dokumen yang kurang-kurang bisa dimasukin hari itu juga.



Pengalaman saya di hari H:

Saya baru bisa tidur malemnya jam 1 gara-gara deg-degan dan harus bangun jam 4. Lebay sih, tapi kayaknya emang nggak bisa kalo nggak lebay.
Saya dateng pagi karena dari blog-blog yang saya baca ngantrinya lama dan petugasnya cuma satu. Karena saya janjinya jam 07.30, ya saya parno dong. Apalagi pas ngelewati kedutaan AS yang ngantrinya udah kayak mau ngantri sembako. Eh pas sampe pukul 06.40 di kedutaan Jerman, kosong melompong ternyata. Saya orang pertama yang dateng. Nggak lama ada yang dateng lagi, terus pukul 7 lewat dikit pintu kecilnya dibuka, tapi baru dibolehin masuk pukul 07.20.
Di gerbang satpam cuma ngecek apakah kita punya janji atau nggak, terus dicontreng. Padahal saya udah takut kalo mesti dicek satu-satu dokumen saya, kan lama.
Di pemeriksaan metal detector, cuma disuruh taro barang elektronik yang dibawa terus dikasih kalung.
Setelah itu naik ke lantai 2, ada bapak yang tugasnya nyontreng nama kita lagi.
Setelah itu tunggu giliran dipanggil interview.
Yang saya cukup bingung, walaupun saya janjiannya jam 07.30, tapi ternyata saya bukan yang pertama dipanggil. Nggak apa-apa sih, karena masih pagi kan. Tapi kenapa begitu, saya nggak tau. Tapi ternyata orang sebelum saya cukup lama diinterogasi dan saya akhirnya dipanggil ke bagian visa bisnis karena nggak ada orang di sana.
Alhamdulillah lancar sih, nggak ditanya macem-macem. Paling cuma nama, umur, udah diterima di universitas atau masih Studienkolleg, dan biaya siapa yang nanggung. Menurut saya sih, asal dokumen lengkap dan udah jelas tinggal di mana di Jermannya, pertanyaannya nggak berbelit-belit. Saya bahkan selesai sebelum orang yang pertama tadi. Tapi saya agak terhambat juga pas ditanya sertifikat TOEFL saya mana. Karena di website nggak disebut, saya nggak bawa dong ya. Tapi kata mbaknya, saya pilih mau dibalikin lagi formulirnya apa ngambil sertifikat TOEFL hari itu juga tapi aplikasi visa saya masuk. Ya saya pilih yang kedua dong. Akhirnya saya pulang pukul 09.00 dan balik naik ojek. Sampe rumah pukul 09.45, terus balik ke kedutaan sampe pukul 10.30. Bilang aja ke satpam udah dateng tadi, dan emang nggak ada antrian sih. Di dalem pas mbaknya kosong saya langsung maju aja hehe. Terus pulang deh. Ditotal saya duduk di ojek selama 1,5 jam. Kebayang dong pegelnya. Dan Ya Allah Jakarta tega banget kalo macet.
Yang saya perhatiin, ada beberapa orang yang masuk bareng saya pukul 07.20 masih ada di sana entah kenapa lama banget ngurusnya... Tapi ya itu, asal dokumen lengkap ya nggak usah lama dan nggak usah bolak-balik. Jawabnya yang lugas dan yakin. Mimik muka meyakinkan. Insya Allah lancar.

Oya, saya sempet curi denger juga dari orang di sebelah. Jadi ada formulir yang mesti diisinya ditandai aja. Terus pendaftar visa itu bilangnya, "Iya, udah saya checklist." Dengan agak judes pertugasnya bilang, "Harusnya disilang." God, bukannya sama aja intinya?
Satu lagi, seminggu sebelum saya apply visa, ceritanya saya mau pindah hari dari Kamis ke Selasa. EH udah penuh dari Senin sampai Kamis. Ya udah ya. Terus pas hari Selasa minggu depannya saya cek lagi, ternyata bahkan di hari Rabu masih banyak spot kosong. Kenapa oh kenapa begitu, wallahualam bissawab.

Sekian cerita saya. Semoga bisa membantu :)

Oya, kalo ada pertanyaan, silakan ditanya, saya akan coba jawab :)



-------------------UPDATE--------------------

Hari Selasa tanggal 31 Juli kemarin saya ditelpon katanya visa saya udah selesai. Hari Rabu-nya saya ke kedutaan pagi-pagi, taro paspor dan balik lagi siangnya. Alhamdulillah saya dapet visa :)

Zia's US Visa Interview

Posted by Zia , Tuesday, June 19, 2012

Okay. I know that I'm not going to US for college (well I can transfer but too much of hassle, really), but I also had my visa interview two years ago for J1 visa. (Nisa applied for F1 visa).
Remember that my situation was probably different from most of you: we came in a big group, around 100+ students, we're going with US sponsored exchange student program, and I was one of the last people to be interviewed (imagine how long I waited...)

Sebenernya gue udah lupa juga sih yang ditanyain apa, tapi kalo nggak salah...
1. Nama
2. Tempat tinggal di sana

Udah segitu doang. Dan satu yang paling gue inget:

Ibu-ibu interviewer: How many srdfddgd do you have?
Gue: Hm? Sorry?
Ibu-ibu interviewer: How many sodrfdfra do you have?
Gue: Excuse me?
Ibu-ibu interviewer: How many sodara do you have?
Gue: (oh dalam hati) Two younger sisters...

Alhamdulillah setelah itu gue dapet tiket.

Side note, kami apply visa pertengahan Juni dan berangkat awal Agustus. Ada beberapa temen gue yang keberangkatannya ditunda gara-gara... hanya Tuhan yang tahu. Walau mereka pada akhirnya dapet visa juga, tapi mereka berangkat sekitar sebulan setelah rombongan besar berangkat. Ada juga yang dapet visa hari itu juga tapi pas nyampe Amerika mereka mesti lewat security check spesial.

Jadi saran gue, apply visa jauh-jauh hariii. Jangan grogi, santai aja. Jawabannya jangan bertele-tele (asal bahasa Inggris kamu kedengeran bagus aja hehe).

So, if you're going to apply for US visa, good luck! :)

My US Visa Interview

Posted by Nisa , Sunday, June 17, 2012

This is how casual my visa interview was..... Enjoy!

Interviewer (I) : "You're gonna go to school?"
Nisa (N) : "Yes"
I : "Where in the US are you going to?"
 N: "Ohio"
I : *glancing at my I-20* "The College of Wooster. What are you gonna study?"
N: "Economics."
I : "Why?"
N: "Because... It's studying about people's behaviors... Tendency to buy or not to buy something... And I'm really interested in something like that."
I: "Wow your English is excellent. Where did you study?"
N: "Well, I was in the States before."
I: "Really? What did you do?"
N: "I was there for a student exchange program."
I: "Were you in Ohio too?"
N: "No. I was in Virginia, actually." (THIS IS A WRONG ANSWER. TOO MUCH INFORMATION.)
I: "So, who's gonna pay for your study?"
N: "Well, mostly, the school."
I: *checking my forms* "Ah, you got grants!"
N: "Yes."
I: "How did you manage to get the scholarship?"
N: "Uh... I applied..."
I : "Hahaha... You applied. Okay, your visa has been approved. It will be available after three working days *handing out a piece of white paper*
N: "Thank you"
I: "Remember, you can not enter the US 30 days before your program starts."
N: "I understand. Thank you."
I: "Good luck with your study!"

So, I walked away, with the biggest smile on my face that day :))